Skala Usaha Budidaya Jamur


Setelah kemarin kita membahas tentang 10 Alasan Bisnis Budidaya Jamur Tiram, maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai skala usaha dalam bisnis budidaya jamur tiram. Supaya jelas bagaimana memulai usaha jamur tiram, berikut ini akan disajikan alternatif model budidayanya yang saya salin dari buku “Jamur Tiram, Budidaya dan Peluang Usaha” karya Hardi Soenanto. 

1. Membeli bibit siap taman

Budidaya jamur tiram dengan membeli bibit siap taman (baglog), adalah cara yang sederhana, mudah, dan tidak banyak membutuhkan modal. Yang dimaksud bibit siap taman adalah bibit sudah jadi, tinggal menanam atau tinggal menata di rak jamur dalam kumbung jamur. Harga bibit siap tanam ini berkisar Rp 1.000 sampai Rp 1.500, tergantung pada daerah-daerah dimana membeli bibit. Cara budidaya dengan membeli bibit siap taman ada kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan cara ini adalah seperti berikut:

1) Sederhana, mudah, tinggal dilakukan pemeliharaan, seperti menyiram baglog, mengatur suhu, dan kelembapan sampai panen dan dipasarkan.
2) Efisiensi waktu dan tenaga, tidak perlu menginokulasikan bibit sendiri ke dalam media tanam.
3) Tidak perlu mempersiapkan bahan media (serbuk gergaji, dedak, dan lain-lain)
4) Mudah menghitung kalkulasi untung dan ruginya.
5) Tidak membutuhkan peralatan-peralatan seperti autoklaf atau dandang, skapel, plastik, dan lain-lain.
6) Serba instan.

Kekurangan budidaya dengan cara membli bibit siap tanam adalah seperti berikut:

1) Harga bibit lebih mahal jika dibanding membuat sendiri.
2) Kualitas secara proporsional lebih kecil.

2. Membeli bibit induk

Yang dimaksud membeli bibit induk adalah bibit sebagai inokutan media tanam (biasanya disebut F3) dalam polibag. Dalam hal ini petani membuat media tanam sendiri, kemudian diinokulasi bibit induk hasil pembelian pengusaha bibit.

Kelebihan cara budidaya dengan cara membeli bibit induk adalah seperti berikut ini:

1) Secara proporsional, keuntungan yang didapat lebih besar. Sebagai contoh 1 botol bibit induk harganya antara Rp 5.000 sampai Rp 8.000 dapat menginokulasikan sekitar 30 baglog. Sehingga dalam 1 baglog nilainya antara Rp 165 sampai Rp 265 (belum dihitung harga bahan media).
2) Menambah pengetahuan, karena dengan menginokulasikan sendiri menjadi bertambah pengalamannya.
3) Umur bibit kadarluwarsa terpantau.

Kekurangan budidaya dengan cara membeli bibit induk adalah seperti berikut:

1) Beban kerja semakin bertambah.
2) Bila belum menguasai teknik membuat media dan teknik inokulasi, resiko kegagalan tinggi.
3) Harus memiliki peralatan, seperti autoklaf/dandang/drum untuk pasteurisasi, maupun perlengkapan untuk bahan media.

3. Pembibitan sendiri

Usaha budidaya jamur tiram yang diawali dengan proses pembibitan sendiri biasanya dilakukan bagi pengusaha jamur skala besar yang telah banyak pengalaman. Karena pembibitan ini perlu dilakukan orang yang benar-benar mengetahui, baik metode ilmiah maupun teknisnya serta berpengalaman menekuni budidaya jamur tiram.

Kelebihan budidaya melalui cara pembibitan sendiri akan mendapatkan keuntungan secara umum lebih besar. Keuntungan tersebut diperoleh dari penjualan bibit maupun dari hasil budidaya jamur tiram.

Kekurangan melalui cara pembibitan sendiri adalah seperti berikut ini:

1) Modal yang dibutuhkan sangat besar, termasuk luas lahan.
2) Apabila mengalami kegagalan, kerugiannya cukup besar.

Setelah kita mengetahui skala usaha dalam bisnis budidaya jamur tiram yang disampaikan oleh pak Hardi Soenanto, maka diharapkan bagi Anda yang ingin memulai bisnis ini bisa memilih skala usaha yang mampu dilakukan, tentu setelah menimbang untuk dan ruginya. Namun, bagi pemula sebaiknya dimulai dengan membeli bibit siap taman, karena lebih menguntungkan dilihat dari efisiensi waktu dan tenaga. 

Setelah itu, Anda bisa mencoba membuat media tanam (baglog) sendiri, setelah menguasai bisa dilanjutkan dengan membuat bibit sendiri. Ya, karena kita belajar sesuatu dimulai dari yang paling mudah terlebih dahulu kemudian setelah bisa baru ketingkat yang lebih tinggi. Semoga sukses (

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...