Peluang Usaha Bididaya Jamur Tiram

Bingung memilih usaha agribisnis yang akan dijalankan, tak ada salahnya mencoba budidaya jamur tiram putih atau dalam bahasa latinnya Pleurotus ostreatus. Dalam 10 tahun terakhir nilai ekonomis jamur tiram terus meningkat. Jamur jenis ini sudah lebih dikenal dan memasyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Permintaan akan produk ini senantiasa meningkat juga disebabkan karena kebutuhan pasar akan produk kian meluas, tak hanya dalam bentuk segar, tetapi juga olahan.

Pasar jamur tiram putih sangat potensial. Dengan rasanya yang enak, selain untuk konsumsi dalam negeri, produk ini juga menembus pasar ekspor. Kebutuhan jamur tiram dalam bentuk kering maupun yang telah dikalengkan untuk beberapa negara seperti Singapura, Taiwan, Jepang, Hongkong cukup tinggi. Jangankan memenuhi pasokan tersebut, kebutuhan jamur dalam negeri saja, petani sulit memenuhi permintaannya.

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) adalah jamur yang hidup di kayu dan mudah dibudidayakan menggunakan substrat serbuk kayu dan diinkubasikan dalam kumbung. Jamur tiram dapat ditumbuhkembangkan pada media serbuk yang dikemas dalam kantong plastik. Disebut jamur tiram putih karena memang berwarna putih, dengan tangkai bercabang dan tudungnya bulat berukuran 3-15 cm. Jamur tiram biasa hidup pada daerah bersuhu 10-32 derajat celcius.

Harga jamur tiram putih di pasaran bervariasi sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per log. Ada juga yang menjual Rp 10.000 per kg untuk partai, atau harga eceran hingga Rp 12.000 per kg.

In House atau Sewa?

Sebagai modal awal untuk usaha jamur tiram setidaknya diperlukan biaya lahan, biaya membangun kumbung, ongkos pembuatan media dan juga tungku sterilisasi. Sebagai gambaran, biaya pembuatan kumbung berkonstruksi bambu bisa mencapai Rp100.000 per m2 .Jika menyimpan 5.000 baglog dibutuhkan kumbung 35m2, maka total biaya pembuatan kumbung sekitar Rp3,5 juta. Biaya tersebut juga ditambah dengan biaya pembuatan rak yang mencapai sekitar 30.000 per m2.

Bagi yang ingin mengurangi risiko di bagian biaya modal ini, bisa memilih jalan menyewa kumbung. Dengan jalan ini biaya modal awal bisa diperhemat.

Pertumbuhan dan produksi jamur sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga ketekunan pebisnis dalam merawat dan memelihara sangat menentukan keberhasilan. Untuk memperkaya pengetahuan pada produk ini, pebisnis harus rajin mengikuti pelatihan terkait produk akan sangat membantu. Berbagai informasi inovasi terbaru juga bisa didapat melalui kegiatan ini. Inovasi yang bisa mempermudah proses produksi bisa didapat. Misalnya, belum lama ini ditemukan inovasi baru untuk melipatgandakan produksi, yaitu sistem gantung dan penambahan eceng gondok sebagai media. Inovasi ini bisa memotong waktu panen hingga setengah dari biasanya.

Permasalahan yang sering timbul dari usaha ini biasanya adalah ketidakmampuan petani pebisnis memenuhi permintaan pasokan. Untuk mengatasi ini pebisnis bisa menjalin mitra dengan usaha sejenis lainnya. (SH)

Ditulis oleh Bambang Andi Prijono
Kamis, 25 Juni 2009 19:00 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 25 Juni 2009 19:02

Sumber :wirausaha.com/bisnis
Diambil dari: bisnisjamurtiram.blogspot.com




0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...