Cara Mudah Pembibitan Jamur Tiram

Sahabat carasendiri.com taukah anda tentang budidaya jamur tiram ?
jika belum tau mari kita membahas lebih detail tentang jamur tirma ,
di jaman sekarang memang sedang marak yang membudidaya jamur tiram,
karena banyak diminati pasar,
oleh karena itu banyak masyarakat yang membudidaya jamur tiram tersebut.  
Sahabat carasendiri.com prospek ekonomi yang dihasilkan  cukup baik, 
Menjadikan budidaya jamur tiram sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan.  

Sahabat carasendiri.com jika kalian ingin mencoba dalam budidaya jamur tirma .
silahkan kalian mencoba dan jangan lupa ilmunya dahulu ya dikuasai, 
mari Sahabat carasendiri.com kita lanjutkan pembahasannya.
semakin maraknya Luas pasar yang ada saat ini juga menjadi poin penting dari peluang usaha jamur tiram.
Budidaya jamur tiram itu tidaklah sulit Sahabat carasendiri.com
Sahabat carasendiri.com hanya membutuhkan media tumbuh saja, 
Sahabat carasendiri.com hanya saja membutuhkan namanya baglog, 
suhu udara dan kelembapan yang teratur, serta penyiraman yang teratur. Sehingga banyak orang awam juga dapat memulai budidaya jamur tiram ini.

Baca Juga Sahabat carasendiri.com Tentang BUDIDAYA JAMUR TIRAM MODAL RINGAN HASIL BESAR

Sahabat carasendiri.com jika sudah niat menjalankan usaha jamur tiram,
yang penting adalah proses pembibitan jamur sebelum dilakukan budidayanya. 
ayo kita masuk kelangkah awal Sahabat carasendiri.com
pertama kalian harus menyiapkan bibit jamur tiram,
ini merupakan modal pokok untuk menyiapkan media tanam jamur. 
Bahan utama media jamur adalah serbuk kayu sengon. 
Atau dapat juga menggunakan serbuk kayu jenis lain asalkan bukan jenis kayu yang beracun. 
mari Sahabat carasendiri.com ini adalah cara mudah pembibitan jamur tiram 
selengkapnya cek dibawah ini :

I. Pembuatan Media Baglog Jamur

Mulanya bekatul dicampur rata dengan dolomite (kapur pertanian), lalu digelar secara merata di lantai dengan komposisi bekatul 15%, dolomite 2%. Kemudian serbuk gergaji yang sudah mengandung air ±60%, digelar rata diatas campuran bekatul-dolomit, dengan komposisi serbuk gergaji 83%.
Setelah itu di aduk rata. Pengadukan dilakukan minimal 3x, sehingga adukan menjadi homogen. Kemudian adukan yang telah homogen ditutup dengan plastic atau terpal dan biarkan selama 24 jam, bertujuan agar terjadi fermentasi campuran.

II. Pembungkusan Media Baglog


Media yang telah di fermentasi dimasukkan de dalam wadah plastik sambil dipadatkan. Selanjutnya dilakukan pengepressan agar kepoadatan maksimal.
Media yang tadi telah dipress, dipasangkan cinicn dan ditusuk menggunakan kayu yang nantinya berfungsi sebagai tempat bibit jamur yang akan ditanam. Kemudian setelah itu dipasangkan kapas dan ditutup. Fungsi tutup agar pada saat pengovenan atau proses sterilisasi, kapas tidak basah oleh uap air. Dan setelah itu media siap disterilkan.
III. Pensterilisasi Media Baglog.
Media dimasukkan ke dalam krat yang telah disediakan, dan disusun di dalam ruang oven. Setelah ruang oven penuh, pintu ditutup rapat agar tidak terajdi kebocoran. Kemudian api dinyalakan di bawah ketel uap, biarkan menyala terus sampai suhu di dalam oven mencapai 95ÂșC atau minimal waktu pengovenan 8 jam. Setelah suhu yang dibutuhkan tercapai, biarkan oven tetap tertutup selama 12 jam
IV. Pembibitan Media Baglog Jamur
Siapkan botol bibit F3 jamur dan peralatan pengduk bibit, lalu disterilkan menggunakan alkohol dan dibakar. Kemudian media jamur yang ada di dalam oven dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam ruangan inokulasi atau pembibitan. Setelah selesai, ruangan disterilkan. Sementara itu tangan dan pakaian petugas pembibit juga disterilkan dengan alkohol.
Bibit F3 jamur yang berada di dalam botol diaduk menggunakan alat pengaduk. Kemudian kapas media jamur dibuka selanjutnya bibit F3 dituang ke dalam media sampai penuh, diguncang dan langsung ditutup kembali.
Pembibitan telah selesai dilakukan. Dan kemudian media dipindah ke ruang inkubasi.
V. Masa Inkubasi

Masa inkubasi adalah masa pertumbuhan miselium jamur di dalam media jamur. Pertumbuhan miselium ditandai dengan serat putih, yang dimulai dari tempat awal bibit ditanam dan terus berkembang.


Baca Juga Sahabat carasendiri.com Tentang Beternak Uang dengan Burung Kacer




0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...